AGAMA

Bertaubatlah Selagi Sempat

Setiap insan manusia pasti pernah melakukan dosa dan kesalahan, entah itu secara sengaja ataupun tidak sengaja. Kesalahan yang dilakukan manusia ini akan menimbulkan dosa. Tidak peduli seberapapun kayanya, seberapapun tinggi jabatannya, semua pasti ada kesalahan dan dosa. Manusia terbaik bukanlah ia yang tidak pernah berbuat dosa, tapi ia yang segera bertaubat ketika ia menyadari telah melakukan suatu dosa. Seluruh dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan oleh manusia akan diampuni dan dimaafkan oleh Tuhan asalkan manusia tersebut bersedia bersungguh-sungguh bertaubat. Tuhan Maha Pengampun, Dia senang kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat dan mengampuninya. Dalam pandangan agama Islam, taubat merupakan kejadian kembalinya seseorang dari perbuatan maksiat menuju ke ketaatan kepada Allah.

Di dalam kitab suci Al Quran terdapat banyak ayat yang membahas tentang taubat. Disarikan dari https://worldquran.com , ayat-ayat tentang taubat tersebut tersebar di beberapa surat, Bahkan ada surat yang bernama Surat Taubah. Jadi jelaslah bahwa taubat merupakan perbuatan yang disenangi sekaligus diperhatikan.
Salah satu ayat yang membahas tentang taubat adalah firman Allah:

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur:31)

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan untuk bertaubat dan ganjaran bagi orang yang bertaubat ialah beruntung.

Tinggalkan Perbuatan Dosa

Apabila seseorang merasa besalah kemudia memohon ampun kepada Allah, tapi ia tidak berpaling dan segera meninggalkan perbuatan dosa tersebut, maka taubatnya tidaklah sungguh-sungguh dan hanya sebatas ucapan saja. Orang yang demikian tidak disebut orang yang bertaubat dengan serius. Justru malah bisa disebut sebagai orang yang bermain-main saja. Meninggalkan perbuatan dosa adalah cara pertama agar taubat dapat diterima.

Bertekad Untuk Tidak Melakukan Dosa Tersebut Kembali Sepanjang Hidup

Taubat dibutuhkan tekad yang sungguh-sungguh, tidak bisa bila setengah-setengah. Apabila saat bertaubat masih ada keinginan melakukan perbuatan dosa yang pernah dilakukan, taubat tersebut tidak diterima. Harus ada ketetapan di hati bahwa tidak akan mengulangi perbuatan dosa.

Menyesal Akan Perbuatan Tersebut

Banyak orang bilang penyesalan datang di akhir. Namun bukankah itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Taubat pun demikian. Selama nafas masih di badan dan kita benar-benar menyesali semua dosa yang lampau, maka segeralah bertaubat.

Meminta Maaf atau Membayar Hutang

Apabila dosa-dosa tersebut berkaitan dengan kezaliman kepada sesama manusia dalam hak atau harta mereka, maka hendaklah harus mengembalikan harta atau memohon maaf kepada mereka.

Yang harus digarisbawahi adalah taubat harus dilakukan ketika masih hidup. Taubat akan percuma apabila seseorang mendekati ajal dan nafas sudah di tenggorokan. Semoga kita semua dapat menjadi hamba yang bertaubat sebelum ajal datang.